10+ Kesalahan para Pengelola Web Institusi

Website saat ini “wajib” dimiliki terutama oleh Institusi / Perusahaan, secara umum memiliki Web akan punya banyak manfaat. Namun demikian mempunyai web saja tidak cukup, mengelola web seperti hanya “Never EndingProject”.  Berikut ada 10 kesalahan Para Pengelola / Pemilik Web. Saya kira banyak kesalahan lain, namun sementara saya hanya tuliskan 10 hal saja. Kesalahan lain bisa di Update-kan di komentar Tulisan ini. Kesalahan ini saya kategorikan dalam Website Institusi, bukan Blog Personal). Sepuluh kesalahan ini saya simpulkan dari pengalaman pribadi dan pengamatan Website yang ada.

  1. Mendaftarkan Web institusi dengan domain dan atau hosting Gratis-an. Kenapa gratisan jika mampu membayar, secara umum gratisan tidak bisa memberikan jaminan. Misalkan yang baru saja terjadi kasus co.cc Hilang dari Google.
  2. Membuat tapi tidak merawat sehingga seolah membiarkan webnya seperti Rumput. Misalkan : ada script web yang error, komentar Spam, hingga tidak tahu kalau website-nya di hack.
  3. Tidak mengenalkan website kepada : Semua staff yang ada, kepada Publik, termasuk tidak “menaruh” alamat web dalam Kop Surat Resmi.
  4. Menggunakan CMS tapi tidak meng Update, membuat web secara umum mudah banyak Open Source CMS yang bisa digunakan. namun jika lupa mengupdate, bisa jadi web anda “tidak aman”
  5. Tidak menyediakan Form kontak atau Form Kontak tidak berfungsi. Form/kontak “wajib” disediakan terutama untuk mendapatkan feedback dari pengunjung web kita. Sebaiknya menggunakan form kontak dan menyiapkan SDM (bisa Humas/Staff PR) yang siap interaksi dengan pengunjung.
  6. Terlalu membiarkan form bebas tanpa Moderasi (Buku Tamu, Komentar, dll). Wesbite Intitusi berbeda dengan blog, pada Blog hal ini umunya tidak bermasalaha asal pemilik rajin melihat dan menyeleksi keomentar yang ada. Banyak dijumpak Buku tamu wesbite penuh dengan : Spam, Iklan, promosi, dll.
  7. Menulis Email kontak di Web secara Full, Hal ini bagus namun dimungkinan mengundang Spam. Sehingga email kita bisa “kebanjiran” sampah email (Spam). Sangat susah jika email kita sudah terkena Spam. Solusi Kontak sebaiknay menggunakan Form kontak.
  8. Menyerahkan semuanya pada seseorang, termasuk pengeloaan domain website. Banyak kasus ketika “pengelola domain” pindah (resign/missing) , Pengaturan Domain tidak serahkan pada pemilik. Atau kasus lain pengelola domain tidak bisa dihubungi lagi.
  9. Punya Domain Website tetapi tidak menggunakan Email dengan Domain Institusi untuk Komunikasi Resmi. Mungkin masih ingat kasus Komis8 at yahoo.comdomain/web yang terlihat lucu dan mengundang pertanyaan Publik. Apakah anda akan mengikuti jejak Meraka?
  10. Di beri masukan tetapi tidak merespon. Seorang pengelola Web/domain sewajarnya juga bertanggung jawab memonitor dan mengelola Sub Domain dibawahnya (jika ada). Jika punya web umumnya kontak masuk akan melalui Email, sehingga cek Isi web dan email seharusnya menjadi pekerjaan rutin.

Demkian kesalahan menurut saya, jangan di Contoh yang sudahs salah. Sudah sebaiknya menjadi pengelola web yang baik. jika ada yang kurang pas silahkan di koreksi. Kalau ketemu dengan kesalahan lain akan di update Atau anda yang juga bertemu dengan kasus lain, silahkan posting Komentar di Sini. (imm)

17 comments

  1. sepakat dengan mas dan mas tomi juga, biasanya emang kesalahannya seperti itu, tapi manfaatnya juga bisa buat ladang spam 😀

  2. Setuju sekali mas, memang dilema melanda banyak institusi yang sebetulnya sudah bagus punya niatan utk mengaplikasikan teknologi informasi. Namun sering dijumpai hal2 yg sepele namun merupakan faktor kunci dalam terus menerus secara rutin melakukannya terutama soal SDM yg tidak dilatih dgn baik, kurang salary dan lain sebagainya. Btw… nice info 🙂

  3. biasa mas, seringkali memang bisa membuat tapi tidak bisa merawat. Sayang..apalagi pakai go.id atau or.id
    > Maaf kena Akismet mas, Itulah 🙂

  4. Saya setuju pada point 2, 5, 6 dan 10.. Hal ini sering saya temukan pada situs institusi pemerintahan. Berita yang sudah basi dan admin yang pemalas..

  5. Kebanyakan yang saya temui sih webnya gak dirawat.
    Isinya gak pernah di update dan jika ada kolom komentar, semua isi komentarnya kebanyakan spam, wkwkwk…
    Menyedihkan juga jadinya 😀

  6. ntu lah keadaan instansi di bangsa kita mas,,
    mungkin dikarenakan minimnya kompetensi pegawai tentang pentinganya informasi publik

  7. @all: Klu saya cenderung melihat Niat dan Keseriusan “Pimpinan mereka” dalam mengelola Web sistem TI. Belum melihat TI sebegai sistem utama dan Alat yang bisa membantu mempermudah mereka. hehe

    Terutama situs: go.id, klu saya boleh bisalng banyak situs yang seolah “Yang Peting Ada, Fungsionaltias Nomer 2x”

  8. sederhana aja..berarti pengelolanya tidak terlalu serius mengelola blog institusi tsb.
    hehehe.. ya mungkin akibat kurangnya insentif dsb.
    malah pernah terjadi ama temen saya.. yg dia sendiri mengakui membuat web (salah satu televisi daerah) secara “asal-asalan” wkwkwkw…

  9. Saya setuju akan poin-poin di atas, kebanyakan institusi ( apalagi web pemerintah ) banyak sekali yang jarang terupdate, padahal sebagian besar masyarakan memerlukan adanya update untuk sekedar mengetahui sebuah perkembangan atau hanya sekedar berita. Entahlah hanya project pembuatannya saja yang sangat besar akan tetapi pelayanan nya juga NOL besar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.